
Apa yang akan kamu lakukan kalau hidup tiba-tiba berubah… selamanya? Di episode ini, gue ngobrol sama dr. Muhammad Kamil, Ph.D, seorang dokter bedah saraf yang didiagnosis kanker langka sejak 2017—dan hari ini berada di stadium 4. Dia paham betul cara kerja otak, cara kerja kanker… tapi satu hal yang bikin merinding: dia tetap memilih untuk hidup sepenuhnya. Bahkan tetap berlari marathon. Dari ruang operasi, ke ruang perawatan. Dari menyelamatkan nyawa, menjadi pasien. Ini bukan cuma cerita tentang kanker. Ini tentang bagaimana kita melihat hidup, rasa takut, dan pilihan untuk tetap berjalan. Bahkan saat semuanya terasa berat. Kalau hidup lagi nggak baik-baik saja—mungkin kamu perlu dengar ini. "Bukan tentang kapan selesai, tapi tentang tidak menyerah." 🏃♂ Buku MILES TO SHARE karya Muhammad Kamil. Kisah perjuangan yang menguatkan hati. Beli bukunya disini: https://gagasmedia.net/mts Setiap pembelian ikut berdonasi untuk Yayasan Pita Kuning. 💛 TIMECODE 00:00 Opening 03:44 Tahun 2017: dr. Kamil divonis fibrosarcoma stadium 3 07:37 Apa itu fibrosarcoma? Kanker langka di jaringan ikat 13:00 Tetap bersepeda hingga ikut ultra marathon sebagai cancer survivor 16:27 Saat kondisi fisik prima, justru divonis stadium 4 20:20 Pentingnya empati dokter terhadap pasien 23:04 Secara medis: peluang hidup 5 tahun 25:00 Turning point setelah kanker: “saya sayang pasien” 30:00 Stressor terbesar dalam perjalanan dr. Kamil 35:38 Apakah kanker bisa sembuh? 49:15 Kenapa memilih marathon? 55:13 Apa itu “Kanker Jancuk”? 58:54 Rapid fire questions 01:01:00 Live life to the fullest