
Burnout sedang jadi “penyakit zaman now” yang paling banyak dialami anak muda. 60% Gen Z dan Millennials di Asia Tenggara mengalami burnout. Di Indonesia sendiri, tekanan hidup makin berat: kerja keras tapi gaji habis sebelum akhir bulan, cicilan numpuk, harga rumah makin nggak masuk akal, sampai ketidakpastian karier bikin masa depan. Di episode Room for Improvement kali ini, gw ngobrol bareng dr. Ray Wagiu Basrowi, dokter sekaligus pakar kesehatan masyarakat, untuk membedah: • Apa sebenarnya burnout dan kenapa Gen Z & Millennials paling rentan? • Hubungan antara stres finansial, biaya hidup, cicilan, dan kesehatan mental. • Apakah burnout bisa memicu penyakit serius bahkan bunuh diri? • Bagaimana burnout merusak diri dan relasi. • Solusi praktis: cara mengenali burnout, langkah realistis untuk pulih, dan kapan harus cari bantuan profesional. 👉 Kalau lo ngerasa kerja mati-matian tapi hidup tetap berat, video ini WAJIB lo tonton. Jangan sampai burnout ngambil alih masa depan lo. 🔔 Subscribe Room for Improvement biar nggak ketinggalan obrolan penting soal kesehatan mental, keuangan, dan cara hidup lebih baik. 00:00 - Opening 04:30 Tanda-tanda burnout 11:00 Kaitan tekanan finansial terhadap burnout 13:02 Masa depan karir yang ga jelas bikin Gen-Z burnout 20:15 Efek jangka panjang & menengah burnout ke kita 26:07 Step-step kerja tanpa burnout 35:10 Perbedaan burnout dan sekedar lelah kerja 38:40 Yang harus lo lakuin kalau burnout #Burnout #GenZ #Millennials #KesehatanMental #PodcastIndonesia #RoomForImprovement